Hari Batik di Jakarta Selatan, Dekranasda Aceh Utara Promosikan Batik ‘Hai Pasee’

Picsart 23 10 02 19 15 49 071 Hari Batik Di Jakarta Selatan, Dekranasda Aceh Utara Promosikan Batik 'Hai Pasee'
Promosi batik 'Hai Pasee' khas Aceh Utara pada kegiatan Hari Batik Nasional di Jakarta Selatan. (Foto : Ist)
Bagikan

SatuAcehNews | Jakarta Selatan – Batik khas Aceh Utara ‘Hai Pasee’ dipromosikan oleh Ketua Dekranasda Aceh Utara, Ny Awirdalina Mahyuzar, saat menghadiri Hari Batik Nasional (HBN) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Selatan, Senin (02/10/2023).

HBN digelar oleh Yayasan Batik Indonesia (YBI) dengan mengusung tema “Membatik Bersama” dan menghadirkan pengrajin batik dari berbagai daerah di Indonesia untuk berkontribusi dengan karya batik yang mewakili identitas masing-masing daerah.

Sertifikat Halal Gratis Aceh

Ny Awirdalina Mahyuzar, mengatakan, ‘Hai Pasee’ merupakan motif dan corak batiknya Aceh Utara. Ia mengajak masyarakat Aceh, khususnya Aceh Utara, untuk membumikan batik ‘Hai Pasee’ yang merupakan batik dengan motif khas Aceh Utara.

Awirdalina juga turut memaparkan deskripsi simbol dan motif ‘Hai Pasee’, yakni bungong yang merupakan penamaan ornamen. Dengan bungong merupakan itikad indatu untuk menyampaikan bahwa masyarakat Aceh taat dalam beragama (patuh pada larangan untuk tidak menggambar binatang dan manusia).

“Motif floral ini dinisbahkan ke bungong/bunga. Dengan mengharapkan keberkahan atau sampeuna sebagaimana tradisi tasawuf. Bungong geometrik dan arabesque, motif geometrik dan arabesque adalah ciri khas dari ornamen Aceh Utara,” kata Ketua Dekranasda Aceh Utara, Ny Awirdalina Mahyuzar.

Iapun turut mengikutsertakan pengrajin batik asal Aceh Utara yang selama ini terus mengembangkan batik ‘Hai Pasee’. Dengan berpartisipasinya ‘Hai Pasee’ pada even nasional seperti ini, diharapkan menjadi ajang promosi yang sangat baik bagi batik ‘Hai Pasee’.

“Sehingga ke depannya diharapkan pengrajin batik ‘Hai Pasee’ mendapat nama di pasar batik nasional maupun mancanegara,” tukas Awirdalina saat menghadiri HBN di Jakarta Selatan bersama Ketua Dekranasda Aceh, Ny Ayu Febiola Marzuki.

Sementara itu, Ketua YBI, Santi Wicaksono, sesuai arahan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim, mengatakan, batik tidak hanya dirawat tapi juga harus terus dikembangkan sesuai dengan perubahan zaman.

Sehingga nantinya bisa terus lestari dan memiliki nilai jual lebih, baik di pasar domestik maupun Mancanegara. “Kegiatan hari ini semakin memperkuat museum batik agar batik kita lebih kaya dan lebih berpotensi ke depan,” kata Santi. (CSB)

 

Jurnalis | Editor : Chairul Sya’ban

Sertifikat Halal Gratis Aceh

Bagikan